Sabtu, 27 Oktober 2012

Solusi Mengatasi Tawuran

"Tips untuk semua sekolah, saya harapkan untuk tingkatkan keakraban dan silahturahmi antarsekolah maupun siswa," kata dia, Kamis, 27 September, saat menerima kunjungan siswa SMA Islam Athirah di Markas Polda Sulselbar.

          Menurutnya, fenomena tawuran berpotensi terjadi jika tidak ada rasa saling menghargai. Disarankannya agar pihak sekolah aktif menggelar kegiatan yang mempertemukan siswa antarsekolah. Di antaranya berupa kompetisi cerdas cermat, kompetisi olahraga maupun outbond.

           Kegiatan macam demikian dinilai memiliki manfaat yang besar. Selain untuk pengembangan diri bagi pelajar, kegiatan itu juga akan mendekatkan pelajar satu sama lainnya. "Kalau tidak saling kenal jadinya jika ada masalah gampang pecah (tawuran). Karena itu, perlu ada kegiatan yang bisa mengakrabkan hubungan emosional antarsiswa," ujar Mudji.


           Selain diberikan arahan menjauhi tindak pidana kriminal, dalam kunjungannya, pelajar juga diperbolehkan mengamati sejumlah fasilitas dan peralatan di markas kepolisian, seperti helikopter dan mobil taktis. Guru pendamping dari SMA Islam Athirah, Bukit Baruga, Ahmad Nafi, mengatakan kunjungan siswa dimaksudkan untuk memberikan pemahaman terkait persoalan hukum. Dengan begitu, siswa paham implikasi dari perbuatan melanggar hukum. 


Dari semua kejadian itu, haruslah ada solusi yang jitu agar para pelajar tidak anarkis lagi dan tetap berjalan di arus yang sebenarnya sebagai seorang pelajar. Sebenarnya banyak sekali solusi yang dapat kita terapkan untuk menanggulangi adanya tawuran ini kembali. Banyak lapisan – lapisan yang dapat membantu mengurangi tindak tawuran ini. Dimulai dari keluarga, sekolah, dan pemerintah.

Pertama dari lapisan keluarga, orang tualah yang harus berperan mengatasi sifat dan tingkah laku anak – anak ini. Orang tua harus memberikan perhatian dan kasih sayang yang ekstra kepada buah hatinya. Jangan terlalu memanjakannya dan juga jangan terlalu menekannya. Orang tua pun harus menyuruh buah hatinya tersebut untuk dapat memenuhi kebutuhan rohaninya juga, bukan hanya sekedar jasmani. Berikanlah tausiah – tausiah kecil kepada buah hatinya tersebut apa yang ditimbulkan apabila si anak tawuran, ruginya apa, dan lain sebagainya. Disamping  itu mengikuti pengajian pun bisa menjadi solusi. Orang tua harusnya menyarankan kepada para buah hati mereka untuk mengikuti pengajian – pengajian agar akhlak merekapun menjadi lebih baik bahkan menyarannya untuk bersekolah di pesantren agar lebih aman terkendali.

Kedua dari lapisan sekolah, sekolah seharusnya lebih banyak lagi memberikan jam pada kurikulum khususnya pada pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Agama, dan dapat pula dengan mewajibkan para siswanya untuk mengikuti ekstrakulikuler yang ada di sekolah tersebut. Dan tak lupa diberikan pengarahan tentang bahaya dari tawuran  dan memperketat tata tertib yang ada. Jikalau siswanya ada yang terlibat dalam aksi tawuran harus cepat - cepat diatasi. Dengan hal itu, saya yakin para pelajarpun akan malas untuk ikut tawuran karena akhlak mereka yang tadinya sudah “ bobrok ” akan menjadi lebih baik.

 Ketiga ialah lapisan pemerintah. Pemerintahpun harus turun tangan menangani kakus tawuran yang kerap terjadi. Pemerintah harus meluncurkan peraturan untuk mencegah adanya tawuran kembali. Seperti yang saya kutip di sebuah situs di internet, “ Kalangan DPRD Kabupaten Purwakarta mewacanakan pembuatan Peraturan Daerah ( Perda ) tentang pencegahan tawuran seiring dengan maraknya aksi tawuran pelajar di berbagai daerah di Purwakarta. Pembuatan Perda dinilai penting untuk mengatasi aksi kenakalan remaja yang kini sudah menjurus kepada tindakan kriminal tersebut. “ Dikutip dari situs yang sama, “ Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Purwakarta bernama Dian Kencana, mengaku akan mendesak Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk mengalokasikan anggaran APBD khusus untuk penanganan tawuran. Dengan demikian, dia berharap agar aksi tawurab setidaknya dapat diminimalisasi dengan keterlibatan dari semua pihak ( guru, orang tua, kepolisian hingga tokoh agama ).” Jangan hanya satu daerah saja yang harus melakukan tindakan seperti ini, daerah – daerah lain pun harus mengikuti agar tawuran benar – benar bisa teratasi secara keseluruhan.

Dari beberapa kejadian dan pernyataan di atas, kita dapat mengambil sebuah hikmah . Bahwa kita berteman haruslah mencari yang bener – benar membawa kita ke hal yang positif. Jangan bergaul dengan orang yang sembarangan yang nantinya akan membawa kita ke dalam jurang kesesatan. Manfaatkanlah masa muda kita dengan baik, melakukan hal – hal yang bersifat positif seperti berprestasi dalam bidang apapun yang nantinya akan membuat harum negeri kita yang tercinta ini, Indonesia. Semoga akhlak para pelajar di masa kini akan menjadi lebih baik lagi , amin


Sumber:
http://www.tempo.co/read/news/2012/09/27/064432265/Tips-Mengatasi-Tawuran-Antarpelajar
http://www.pikiran-rakyat.com/node/206015

MENGAPA HARUS OUTSOURCING ??

Adakah yang tahu apa itu outsourcing? kapan terbentuknya outsourcing ? Pada tanggal 3 Oktober 2012 kemarin menjadi peristiwa penting bagi para buruh dan tenaga kerja yang berasal dari perusahaan-perusahaan Outsourcing. Demo tersebut mengambil tema "Penolakan terhadap tenaga kerja Outsourcing". Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan Outsourcing? Kali ini saya akan membahas sedikit mengenai Outsourcing.
Alih daya atau outsourcing atau contracting out) adalah pemindahan pekerjaan (operasi) dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Hal ini biasanya dilakukan untuk memperkecil biaya produksi atau untuk memusatkan perhatian kepada hal utama dari perusahaan tersebut. Istilah offshoring artinya pemindahan pekerjaan (operasi) dari satu negara ke negara lain.
 
Bila melihat pada Undang-Undang no. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Outsourcing dikenal juga sebagai penyediaan jasa tenaga kerja atau Outsourcing sendiri biasa disebut dengan tenaga alih daya. Dalam psikologi industri, karyawan Outsoucing adalah karyawan kontrak yang dipasok dari sebuah perusahaan penyedia jasa tenaga kerja Outsourcing.

Pada awalnya, perusahaan Outsourcing menyediakan jenis pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan bisnis inti perusahaan dan tidak mempedulikan jenjang karier. Seperti operator telepon, Call Center, petugas satpam dan tenaga pembersih atau cleaning service. Namun saat ini, penggunaan Outsourcing semakin meluas ke berbagai kegiatan perusahaan.

Dengan menggunakan tenaga kerja Outsourcing, perusahaan tidak perlu repot menyediakan fasilitas maupun tunjangan makan, hingga asuransi kesehatan. Sebab, yang bertanggung jawab adalah perusahaan Outsourcing itu sendiri.
Meski menguntungkan perusahaan, namun sistem ini merugikan untuk karyawan Outsourcing. Selain tak ada jenjang karier, terkadang gaji mereka dipotong oleh perusahaan utamanya. Presentase potongan gaji ini bisa mencapai 30 persen, sebagai jasa bagi perusahaan Outsourcing. Celakanya, tidak semua karyawan Outsourcing mengetahui berapa besar potongan gaji yang diambil oleh perusahaan outsourcing atas jasanya memberi pekerjaan di perusahaan lain itu.

Sistem Kerja Outsourcing


Sistem perekrutan tenaga kerja
Outsourcing sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sistem perekrutan karyawan pada umumnya. Perbedaannya, karyawan ini direkrut oleh perusahaan penyedia tenaga jasa, bukan oleh perusahaan yang membutuhkan jasanya secara langsung. Setelah itu, oleh perusahaan penyedia tenaga jasa, karyawan akan dikirimkan ke perusahaan lain yang membutuhkannya.

Dalam sistem kerja ini, perusahaan penyedia jasa Outsourcing melakukan pembayaran terlebih dahulu kepada karyawan. Selanjutnya mereka menagih ke perusahaan pengguna jasa mereka.
Karyawan Outsourcing biasanya bekerja berdasarkan kontrak dengan perusahaan penyedia jasa Outsourcing, bukan dengan perusahaan pengguna jasa.

Bagi yang berniat mencari pekerjaan melalui perusahaan Outsourcing, sebelum menanda-tangani perjanjian kerja, ada baiknya perhatikan sejumlah poin berikut ini :

 

1. Jangka waktu perjanjian
 
Perjanjian kerja antara karyawan Outsourcing dengan perusahaan penyedia jasa biasanya mengikuti jangka waktu perjanjian kerjasama antara perusahaan penyedia jasa dengan perusahaan pemberi kerja. Hal ini dimaksudkan apabila perusahaan pemberi kerja hendak mengakhiri kerja samanya dengan perusahaan penyedia jasa, maka pada waktu yang bersamaan, berakhir pula kontrak kerja antara karyawan dengan perusahaan pemberi kerja.

2. Jam kerja
 
Peraturan tentang jam mulai bekerja, waktu istirahat dan berakhirnya jam kerja.

3. Gaji dan tunjangan 
 
Jumlah yang akan diterima serta waktu pembayaran sesuai dengan yang telah disepakati, tidak dipotong oleh perusahaan penyedia jasa Outsourcing.

4. Posisi dan tugas
 
Pastikan posisi dalam perusahaan dan apa saja tugas serta tanggung jawab anda selama bekerja di perusahan lain. 

5. Lokasi kerja  
Pastikan bahwa penempatan anda di perusahaan klien sudah sesuai kesepakatan.
 
Penyelesaian perselisihan dalam Outsourcing (Alih Daya) problematika mengenai Outsourcing memang cukup bervariasi, misalnya berupa pelanggaran peraturan perusahaan oleh karyawan Outsourcing maupun adanya perselisihan antara karyawan Outsourcing dengan karyawan lainnya. Penyelesaian perselisihan yang timbul menjadi tanggung jawab perusahaan penyedia jasa. Jadi walaupun yang dilanggar oleh karyawan Outsourcing adalah peraturan perusahaan pemberi pekerjaan, yang berwenang menyelesaikan perselisihan tersebut adalah perusahaan penyedia jasa. Tidak ada kewenangan dari perusahaan pengguna jasa pekerja untuk melakukan penyelesaian sengketa karena antara perusahaan pemberi kerja dengan karyawan outsourcing secara hukum tidak mempunyai hubungan kerja, walaupun peraturan yang dilanggar adalah peraturan perusahaan pengguna jasa pekerja.


Tetapi semakin banyak perusahaan jasa tenaga kerja Outsourcing yang melampaui batas. Dalam peraturan hanya 5 jenis pekerjaan saja yang menggunakan jasa tersebut, seiring berjalannya waktu perusahaan jasa tenaga kerja Outsourcing semakin memperluas jenis pekerjaannya. Hal seperti inilah yang seharusnya menjadi tugas pemerintah mengawasi kinerja para penyedia jasa tenaga kerja agar tidak melampaui batas yang sudah ditentukan. Karena banyak dari perusahaan penyedia tenaga kerja dan pengguna jasa tenaga kerja yang semena-mena dan tidak mengikuti peraturan yang ada membuat para karyawan dan buruh menjadi naik pitam. Seharusnya hal-hal seperti ini sudah menjadi perhatian penuh bagi Kementrian Tenaga Kerja agar semua bisa mendapatkan hak dan kewajiban yang seimbang.


sumber:
http://www.jmt.co.id/outsourcing/index.php?option=com_content&view=article&id=44&Itemid=7
http://otto-x.blogspot.com/2012/04/pengertian-outsourcing.html 

Sabtu, 06 Oktober 2012

WALL-E (hubungan interaksi antara manusia dengan komputer)

Saya akan menceritakan inti dari film wall-e. film ini menceritakan tentang manusia dengan robot, di ceritakan pada abad 22 bumi tercemar oleh sampah-sampah elektronik. sehingga kelangsungan hidup manusia pun terancam. maka dari itu mereka melakukan pengungsian massal dari Bumi selama lima tahun di atas armada kapal luar angkasa eksekutif bernama axiom yang menyediakan setiap keperluan manusia, dan dilengkapi dengan robot-robot yang semuanya berjalan secara otomatis untuk melayani kebutuhan manusia. 

mereka menciptakan ratusan robot (WALL-E) untuk memadatkan semua sampah-sampah elektronik yang ada di bumi, agar mudah untuk proses peleburan. namun, proyek ini pun gagal di perkirakan pada tahun 2110 bumi sudah terlalu tercemar dan tidak mungkin di huni manusia lagi. karena sudah beratus-ratus tahun manusia tinggal di kapal luar angkasa eksekutif  dan selalu berinteraksi dengan komputer, segala sesuatu dikerjakan oleh komputer dan robot sehingga manusia hanya duduk menyuruh dan memanggil. tidak ada aktivitas sekalipun yang di kerjakan sendiri semuanya otomatis. manusia yang membuat dan menggunakan komputer tersebut dan robot yang melaksanakan semua tugas manusia. 

isi dari cerita film tersebut interaksi manusia dengan komputer tersebut memang sangat penting, selain bisa membantu pekerjaan manusia menjadi lebih mudah dan dapat juga bisa menjadi teman ngobrol. namun dari sisi negatifnya pun juga banyak, manusia bisa ketergantungan segala sesuatu dengan komputer/robot, menjadikan manusia menjadi malas dalam berfikir maupun sesuatu hal yang seharusnya kebiasaan dilakukan oleh tubuh seperti berolahraga dll.

referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/WALL%E2%80%A2E

Minggu, 15 April 2012

Masalah Ekonomi : Inflasi

BAB I
pendahuluan

A. Latar belakang Masalah 


Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP geflator.
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.

 
B. Identifikasi masalah
Dari uraian diatas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
a)    * Inflasi digolongkan menjadi apa saja?
b)    * Apa yang menyebabkan inflasi?
c)    * Bagaimana cara mengukur inflasi?
d)    *Apa saja dampak inflasi?
e)    *Kebijakan apa saja yang diambil pemerintah untuk mengontrol inflasi?
  
 BAB II
pembahasan :
Secara umum inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan dan desakan biaya produksi.
1)    Inflasi tarikan permintaan (demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan sehingga terjadi perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi. Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment.
2)  structural inflation
      inflasi yang terjadi karena adanya berbagai faktor yang mendorong terjadinya perubahan tingkat harga simultan. berbagai faktor kendala tersebut mempengaruhi tingkat permintaan dan penawaran dalam sistem perekonomian.
3)    Inflasi desakan biaya (cost push inflation) terjadi akibat meningkatnya biaya produksi (input) sehingga mengakibatkan harga produk-produk (output) yang dihasilkan ikut naik. Faktor-faktor terjadinya cost push inflation antara lain:
*  Depresiasi nilai tukar.
*  Dampak inflasi luar negeri terutama negara-negara partner dagang.
*  Peningkatan harga-harga komoditi yang diatur pemerintah (administered price).
*  Terjadi negative supply shocks akibat bencana alam dan terganggunya distribusi.
*  Kenaikan upah/gaji,misalnya kenaikan gaji PNS akan mengakibatkan usaha-usaha swasta menaikkan harga barang-barang.  
penyebab
Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar) dan yang kedua adalah desakan(tekanan) produksi dan/atau distribusi (kurangnya produksi (product or service) dan/atau juga termasuk kurangnya distribusi).Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah (Government) seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll.
Inflasi tarikan permintaan (demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan dimana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi tersebut. Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment dimanana biasanya lebih disebabkan oleh rangsangan volume likuiditas dipasar yang berlebihan. Membanjirnya likuiditas di pasar juga disebabkan oleh banyak faktor selain yang utama tentunya kemampuan bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang, kebijakan suku bunga bank sentral, sampai dengan aksi spekulasi yang terjadi di sektor industri keuangan.
Inflasi desakan biaya (cost push inflation) terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Adanya ketidak-lancaran aliran distribusi ini atau berkurangnya produksi yang tersedia dari rata-rata permintaan normal dapat memicu kenaikan harga sesuai dengan berlakunya hukum permintaan-penawaran, atau juga karena terbentuknya posisi nilai keekonomian yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala distribusi yang baru. Berkurangnya produksi sendiri bisa terjadi akibat berbagai hal seperti adanya masalah teknis di sumber produksi (pabrik, perkebunan, dll), bencana alam, cuaca, atau kelangkaan bahan baku untuk menghasilkan produksi tsb, aksi spekulasi (penimbunan), dll, sehingga memicu kelangkaan produksi yang terkait tersebut di pasaran. Begitu juga hal yang sama dapat terjadi pada distribusi, dimana dalam hal ini faktor infrastruktur memainkan peranan yang sangat penting.
Meningkatnya biaya produksi dapat disebabkan 2 hal, yaitu :
kenaikan harga, misalnya bahan baku dan kenaikan upah/gaji, misalnya kenaikan gaji PNS akan mengakibatkan usaha-usaha swasta menaikkan harga barang-barang.
A.        Penggolongan Inflasi
Ada berbagai macam cara untuk menggolongkan inflasi. Penggolongan pertama yaitu berdasarkan tingkat parahnya inflasi. Dengan dasar ini inflasi dibedakan menjadi:
  1. Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
  2. Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
  3. Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
  4. Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)
Indonesia pernah mengalami hiperinflasi pada tahun 1960-an yang mencapai tingkat inflasi 650%. Indonesia juga pernah mengalami inflasi berat yaitu sebesar 60% pada tahun 1998. Di tahun 1999 inflasi di Indonesia sedikit melemah yaitu mencapai 20% yang kemudian turun menjadi 0,3% pada tahun 2000.
Penggolongan yang kedua yaitu berdasar atas sebab awal dari inflasi. Dengan dasar ini inflasi dibedakan menjadi:
1.    Inflasi tarikan permintaan (demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan sehingga terjadi perubahan pada tingkat harga.
2.    Inflasi desakan biaya (cost push inflation) terjadi akibat meningkatnya biaya produksi (input) sehingga mengakibatkan harga produk-produk (output) yang dihasilkan ikut naik.

pemecahan masalah 
Pemerintah umumnya mengandalkan jumlah uang beredar atau tingkat suku bunga sebagai instrumen dalam mengendalikan harga. Dalam mengatur inflasi pemerintah Indonesia menggunakan 2 kebijakan, yaitu:
1.      Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang langsung diambil oleh pemerintah untuk mengontrol inflasi. Kebijakan fiskal antara lain yaitu:
v             -    Menaikkan Pajak
v             -    Menekan Pengeluaran Pemerintah
2.      Kebijakan Moneter
Pemerintah memberi kewenangan yang independen pada  Bank Indonesia (Bank Sentral) yang berarti bahwa kebijakan Bank Indonesia tidak boleh diintervensi oleh pihak di luar bank sentral (termasuk pemerintah). Kebijakan yang diambil bank sentral inilah yang disebut kebijakan moneter. Kebijakan moneter antara lain:
v  Tight money policy
v  Menaikkan suku bunga Bank Indonesia (BI rate)
v  Memperbaiki nilai tukar mata uang
BAB III
penutup
Adapun simpulan dari penjelasan mengenai Inflasi tersebut di atas adalah :
* Dalam perekonomian tertutup, dan dalam jangka pendek, inflasi merupakan masalah ekonomi yang perlu dihadapi dan diatasi. Dalam system pasar bebas, masalah ini tidak dapat dengan sendirinya diatasi. Kebijakan pemerintah perlu dijalankan apabila masalah tersebut timbul. Sesuai dengan keperluan ini dalam analisis makroekonomi perlu diperhatikan dengan lebih baik mengenai masalah tersebut dan bentuk-bentuk kebijakan pemerintah yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah inflasi.
* Secara kontinu kebijakan pemerintah diperlukan untuk menjaga kestabilan harga-harga dan mengurangi tingkat pengangguran pada tingkat yang sangat rendah. Kebijakan pemerintah tersebut dapat dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter. Alat yang digunakan dalam kebijakan fiskal adalah mengubah pengeluaran pemerintah, mengubah pajak dan gabungan dari keduanya. Kebijakan moneter dijalankan dengan mempengaruhi kebijakan penawaran uang dan suku bunga.
* Kedua bentuk kebijakan pemerintah tersebut perlu dilakukan secara serentak untuk meningkatkan kefektifannya.

saran : diharapkan kebijakan pemerintah diperlukan untuk menjaga kestabilan harga-harga dan mengurangi tingkat pengangguran pada tingkat yang sangat rendah dan dengan cara menjual surat berharga bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga laju inflasi dapat lebih rendah (kebijaksanaan moneter dan kebijaksanaan fiskal)

sumber :
Case, Karl E. and Fair, Ray C. Principles of Macroeconomics
http://emperordeva.wordpress.com/about/makalah-inflasi/

Jumat, 13 Januari 2012

ARTIKEL KEPEMIMPINAN

DEFINISI KEPEMIMPINAN 

Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.

MACAM-MACAM GAYA KEPEMIMPINAN
 
1.1 Gaya kepemimpinan Otoriter
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Pada gaya kepemimpinan otokrasi ini, pemimpin mengendalikan semua aspek kegiatan. Pemimpin memberitahukan sasaran apa saja yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut, baik itu sasaran utama maupun sasaran minornya.

Pemimpin juga berperan sebagai pengawas terhadap semua aktivitas anggotanya dan pemberi jalan keluar bila anggota mengalami masalah. Dengan kata lain, anggota tidak perlu pusing memikirkan apappun. Anggota cukup melaksanakan apa yang diputuskan pemimpin.Kepemimpinan otokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi rendah tapi komitmennya tinggi.

1.2 Gaya kepemimpinan Demokratis
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
Pada kepemimpinandemokrasi, anggota memiliki peranan yang lebih besar. Pada kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran yang ingin dicapai saja, tentang cara untuk mencapai sasaran tersebut, anggota yang menentukan. Selain itu, anggota juga diberi keleluasaan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.Kepemimpinan demokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi tinggi dengan komitmen yang bervariasi

1.3 Gaya kepemimpinan Bebas
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.Gaya kepemimpinan demokratis kendali bebas merupakan model kepemimpinan yang paling dinamis. Pada gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran utama yang ingin dicapai saja. Tiap divisi atau seksi diberi kepercayaan penuh untuk menentukan sasaran minor, cara untuk mencapai sasaran, dan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sendiri-sendiri. Dengan demikian, pemimpin hanya berperan sebagai pemantau saja.
Sementara itu, kepemimpinan kendali bebas cocok untuk angggota yang memiliki kompetensi dan komitmen tinggi. Namun dewasa ini, banyak para ahli yang menawarkan gaya kepemimpinan yang dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan, dimulai dari yang paling klasik yaitu teori sifat sampai kepada teori situasional
 
sumber :
http://sauri-sofyan.blogspot.com/2010/01/1.html
http://cia-worls.blogspot.com/2011/04/macam-macam-gaya-kepemimpinan.html
 
# Jika saya ditugaskan sebagai pemimpin saya lebih memilih Gaya Kepemimpinan Demokratis.
# Alasan : kenapa saya lebih memilih gaya kepemimpinan demokratis karena seorang pemimpin demokratis itu cenderung bermoral tinggi, dapat bekerja sama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri dan mencoba menjadi seorang anggota kelompok biasa dalam jiwa dan semangat tanpa melakukan banyak pekerjaan. 




Minggu, 27 November 2011

KONFLIK ORGANISASI

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

perbedaan pandangan :
perbedaan pandangan tradisional menyatakan bahwa konflik harus di hindari karena akan menimbulkan kerugian, aliran ini juga memandang konflik sebagai sesuati yang sangat buruk, tidak menguntungkan dalam organisasi. oleh karena itu konflik harus di cegah dan di hindari. 
sedangkan pandangan dari interaksionis yang menyatakan bahwa konflik bukan sekedar sesuatu kekuatan positif dalam suatu kelompok, melainkan juga mutlak perlu untuk suatu kelompok dapat berkinerja positif. oleh karena itu konflik harus di ciptakan.

sebab-sebab konflik :
# persaingan terhadap sumber-sumber daya yang langka
# ketergantungan tugas (interdependence)
# kekaburan batas-batas bidang kerja
# kriteria kinerja yang tidak sesuai
# perbedaan-perbedaan tujuan dan prioritas 

teknik utama untuk memecahkan konflik :


1.  DOMINASI & PENEKANAN
      2KOMPROMI
3.  PEMECAHAN MASALAH INTEGRATIF

  
1. DOMINASI atau KEKERASAN yang BERSIFAT PENEKANAN OTOKRATIK. Ketaatan harus dilakukan oleh fihak yang kalah pada otoritas yang lebih tinggi atau kekuatan yang lebih besar.
               MEREDAKAN atau MENENANGKAN, metode ini lebih terasa diplomatis dlm upaya menekan dan  meminimalkan ketidaksepahaman.

2.  PEMISAHAN, pihak-pihak yg berkonflik dipisah sampai menemukan solusi atas masalah yg terjadi
 ARBITRASI, adanya peran orang ketiga sbg penengah untuk penyelesaian masalah
Kembali ke aturan yang berlaku saat tdk ditemukan titik temu antara kedua fihak yg bermasalah

3. KONSENSUS, sengaja dipertemukan untuk mencapai solusi terbaik, bukan hanya menyelesaikan masalah dgn cepat
      KONFRONTASI, tiap fihak mengemukakan pandangan masing-masing secara langsung & terbuka.
                  PENENTU TUJUAN, menentukan tujuan akhir kedepan yang lebih tinggi dengan kesepakatan bersama

 sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik
herwanparwiyanto.staff.uns.ac.id/files/2011/03/konflik-organisasi.ppt
http://www.slideshare.net/vikachu/manajemen-konflik

Rabu, 02 November 2011

Flowchart pembuatan e-KTP



keterangan flowchart proses pembuatan e-KTP :

1. RT mendapatkan surat undangan dari kelurahan bahwa di daerah sekitar akan di adakan pembuatan
   e-KTP.
2. RT membagikan surat undangan tersebut kepada warga 
3. Warga menuju kelurahan dengan membawa surat tersebut untuk mengganti ktp lama dengan e-KTP
4. Warga di wajibkan mengambil nomer antrian yang sudah di sediakan oleh petugas tersebut
5. Setelah mengambil nomor antrian, warga akan dipanggil satu-persatu memasuki ruangan untuk pemroses
    pembuatan e-KTP
6. Warga di foto dengan ukuran yg ditentukan
7. Setelah itu tanda tangan dengan menggunakan alat elektronik yg sudah di sediakan
8. Lalu warga akan di scan mata (retina)
9. Kemudian waga melakukan sidik 5 jari dengan alat elektronik
10. Bila sudah selesai, e-KTP akan di berikan kepada warga dalam jangka waktu kurang lebih 3 bulan.